Tips supaya Tak Jadi Korban Penipuan Properti

Tips supaya Tak Jadi Korban Penipuan Properti

Kasus penipuan properti kembali marak di Tanah Air. Mulai dari penipuan uang muka hingga pemalsuan sertifikat. Padahal, permasalahan seperti ini sudah banyak terjadi dan masyarakat seharusnya bisa lebih waspada.

Banyak yang tergiur dengan brosur provokatif, iming-iming diskon uang muka, sampai skema pembayaran yang dirasakan memudahkan. Masyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi pembelian rumah.

Agar terhindar dari penipuan properti, usahakan cek dan ricek terlebih dahulu developer dan proyeknya sebelum melakukan pembelian rumah. Berikut ini, tips untuk menghindarkan Anda menjadi korban penipuan.

1. Profil Pengembang
Sebelum melakukan pembelian rumah, hal pertama yang perlu Anda pastikan adalah pengembang. Pastikan mereka tercatat dalam Sistem Registrasi Pengembang atau Sireng di Kementerian PUPR.

Anda cukup memasukkan nama developer di website https://sireng.pu.go.id. Jika namanya tercantum, maka developer tersebut sudah terdaftar. Anda juga perlu tanyakan siapa pemilik pengembang tersebut.

2. Legalitas Pengembang
Meskipun nama developer tersebut sudah terdaftar, tak ada salahnya memeriksa ulang legalitasnya. Anda dapat mencari sertifikat atau surat-surat seperti izin menegakkan bangunan (IMB), pembangunan proyek, serta melihat isi dari Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

3. Stabilitas Keuangan
Pengembang yang mempunyai modal terbatas ingin menunda proyek pembangunannya atau yang lebih buruk, memakai material di bawah standar. Untuk itu Anda perlu memeriksa kondisi keuangan sebagai bagian dari investigasi.

Kondisi finansial perusahaan dapat dicek dari laporan bisnisnya. Biasanya mereka yang bekerja di industri media/berita memiliki data menyeluruh mengenai performa perusahaan besar.

4. Riwayat Proyek
Sangat penting untuk memahami sepak terjang developer dari proyek yang pernah diselesaikannya. Opini publik menjadi tolak ukur yang ideal untuk memahami hasil kerja pengembang seperti   Marketing Gallery PIK 2

5. Kepastian Penyelesaian
Pengembang yang kredibel dan bertanggung jawab harus punya kalender konstruksi yang jelas. Mereka juga harus punya modal yang cukup untuk menyelesaikan proyek dalam waktu beberapa tahun ke depan.

Ketika peluncuran proyek, pengembang seringkali mengumumkan rencana pembangunan. Mulai dari perkiraan keuangan, jumlah unit yang dipasarkan, dan target waktu serah terima. Anda dapat mengecek hal ini dari perkabaran pers/media, baik online maupun cetak.

6. Pembayaran
Jika sudah terjadi kesepakatan, pastikan pembayaran ditransfer langsung ke nomor tabungan atas nama pengembang. Bukan tabungan pribadi, apalagi rekening tenaga pemasarannya.

Di samping itu, jika pembelian pada melalui  Marketing Sedayu Indo Group dilakukan dengan KPR, pastikan bahwa pihak bank menyetujui KPR. Jangan melakukan pembayaran uang muka sebelum pihak bank menyetujui pengajuan KPR Anda.