Suara Burung, Pengembangan Lagu Dimulai Sejak Anakan

Suara Burung, Pengembangan Lagu Dimulai Sejak Anakan

Suara Burung, Pengembangan Lagu Dimulai Sejak Anakan – Penelitian Peternakan yang dilakukan mengenai tahapan burung yang mempelajari tentang suara nyanyian, pertama kali dipelopori oleh William Thorpe pada akhir tahun 1950 – an.

Dari riset ini terungkap bahwa seekor anakan burung chaffinch (Fringilla Coelebs) yang diambil dari alam liar lalu dibesarkan di laboratorium sejak piyikan hanya akan mampu mengeluarkan lagu – lagu yang abnormal tanpa mendengar suara kicauan dari burung jantan dewasa dari spesies yang sama secara nyata.

Penelitian selanjutnya menjelaskan bahwa burung – burung muda dari spesies yang sama diperkenalkan dengan suara rekaman dari chaffinch liar / audio masteran, ternyata memberikan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa burung muda mampu menyanyikan lagu – lagu sebagus kicauan burung dewasa.

Dalam kondisi ini, burung – burung muda tersebut harus mempelajari dengan diperdengarkan lagu – lagu baru pada awal kehidupan mereka di dalam sangkar yaitu sejak pertama kali ditemukan dan dikeluarkan dari sarangnya.

Seekor anakan burung yang baru dikeluarkan dari sarang untuk pengkoleksi burung mahal yang sudah profesional, mereka bisa secara langsung dimaster terhadap suara – suara yang unik dan kompleks sebagai nilai utama untuk nantinya bisa menjual burung – burung tersebut dengan harga yang lumayan mahal, dimana mereka kelak mampu berkembang dengan memiliki bentuk tubuh dan bulu nan cantik serta suara kicauan yang berbeda dibandingkan dengan sejenisnya.

Pada masa – masa ini, burung muda masih dalam kondisi belajar dan akan mengolah lagu – lagu yang didendangkan oleh si pemilik burung menjadi menyerupai suara – suara yang terbiasa mereka dengar sejak anakan.

Perkembangan selanjutnya adalah burung akan mempelajari tentang lagu – lagu baru (diistilahkan dengan mulai belajar mendengarkan audio masteran) menyerupai bagaimana cara manusia (pada balita) belajar bicara pada tahap pertama. Ada dua tahap yang wajib anda lalui :

  • Burung akan mulai belajar menghafal suara masteran lalu membentuk memory auditory / semacam template dalam otaknya dikenal dengan nama fase sensorik.
  • Selanjutnya burung akan menerjemahkan template tersebut di atas ke dalam kegiatan / aktivitas motorik dengan cara melakukan latihan yang teratur lalu membandingkan antara vocal yang mereka miliki dengan template yang ada sebelumnya. Selanjutnya burung akan berusaha menyempurnakannya sehingga nantinya akan menyerupai template yang sempurna / fase sensorimotor.

Riset selanjutnya sangat penting untuk diperhatikan adalah seperti yang dilakukan oleh Peter Marler dan rekan – rekan kerjanya yang menjelaskan tentang dialek lagu dipelajari burung selama mereka dalam periode sensitif, burung akan memiliki kecendrungan suka mempelajari tentang lagu – lagu yang memiliki sifat levih spesifik cenderung rumit.

Demikian kami menjelaskan, semoga bisa dimengerti !