Doa Saat Mendung, Turun Hujan, dan Hujan Berhenti

Doa Saat Mendung, Turun Hujan, dan Hujan Berhenti

Selama musim kemarau, manusia kehilangan hujan. Terutama karena kekeringan terjadi. Selama musim hujan, orang kekurangan kekeringan. Apalagi kalau sering banjir. Kadang tidak ada hujan, kadang disesalkan. Begitulah sifat kebanyakan manusia. Agaknya, saat cuaca tidak bersahabat, maka kita bersabar. Saat cuacanya baik, kami berterima kasih. Kami tidak diizinkan menunjukkan kondisi alam, apalagi bersumpah.

Doa Saat Mendung, Turun Hujan, dan Hujan Berhenti

Kami memiliki angka terbaik dalam kehidupan ini. Kami memiliki nabi Muhammad. yang bisa menjadi referensi utama dalam kehidupan sehari-hari. Itu adalah uswatun hasanah untuk rakyatnya. Dia mengajarkan banyak hal. Sebenarnya semua hal. Termasuk bagaimana berperilaku sebelum, selama dan sesudah hujan.

Dilansir dari waheedbaly.com Pertama-tama, sebelum hujan. Sebelum hujan, biasanya dimulai dengan refleksi mendung atau hitam. Pada saat itu biasanya suara guntur atau kilat memecah keheningan. Kilat seolah memotret isi alam. Atau mereka yang kurang hujan atau yang menyesali kejatuhan itu. Rasulullah Saw. ketika Anda mendengar suara guntur dan kilat berdoa dengan doa berikut,

أللهم لا تقتلنا بغضبك ولا تهلكنا بعذابك وعافنا قعل ذلك

Allahumma la taqtulna bighadabika wala tuhlikuna bi’adzabika wa’afina qobla dzalika

Ya Allah, janganlah binasakan kami dengan murka-Mu, jangan hancurkan kami dengan siksa-Mu. Selamatkan dan ampuni kami sebelum itu semua. (HR. Tirmidzi dari Ibnu Umar, Al-Adzkar hal. 164)

Imam Syafi’ie (Al-Adzkar, 164) juga meriwayatkan tentang doa saat mendengar suara guntur. Doanya sebagai berikut,

سبحان الذي يسبح الرعد بحمده والملائكة من خيفته

Subhanalladzi yusabbihurro’du bihamdihi walmalaikatu min khifatihi

Maha Suci Dzat yang guntur dan Malaikat bertasbih dan memuji-Nya karena takut pada-Nya.

Menurut para sahabat Ka’ab ra., Siapa pun yang melafalkan sholat tiga kali ketika mendengar gemuruh guntur, ia akan diselamatkan.

Kedua, saat hujan. Saat hujan, Rasulullah SAW tidak lupa berdoa dengan doa khusus. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Sitti Aisyah ra. Doa sebagai berikut,

أللهم صيبا نافعا

Allahumma Shoyyiban Nafi’an

Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan yang bermanfaat. (HR. Bukhori, no. 1032)

Dalam publikasi lain, Ibnu Majah mengutip doa tersebut diulang dua atau tiga kali.

Namun, kompilasi hujan turun sangat lebat dilengkapi angin, maka disarankan membaca doa berikut ini,

أللهم حوالينا ولا علينا أللهم على الاكام والضراب وبطون الاودية ومنابت الشجر

Allahumma hawalaina wala ‘alaina. Allahumma ‘alalakami wadldlirobi wabuthunil audiyati wamanabitisysyajari.

Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk membinasakan kami. Ya Allah, turunkan hujan ke dataran tinggi, bukit-bukit, lembah-lembah, dan temapat tumbuhnya pepohonan. (HR. Bukhori, no. 1014)

Ketiga, setelah hujan. Setelah hujan, kami didorong untuk berterima kasih kepada Allah SWT. Karena hujan adalah hadiah dari Allah. pada mahluknya. Selain bersyukur kepada Tuhan, kita harus mengakui hujan sebagai rahmat Allah. Karena manusia dibagi menjadi dua kelompok setelah hujan. Pertama, orang percaya. Artinya, orang yang mengenali hujan sebagai hadiah dan anugerah dari Tuhan. Kedua, orang kafir. Artinya orang-orang yang mengakui bahwa hujan turun karena bintang-bintang atau kehadiran awan. Tidak dengan izin Allah. Kecuali dia mengakui bahwa awan adalah perantara hujan, dia bukan murtad. Allah Ta’ala A’lam.

Sumber : https://waheedbaly.com/doa-meminta-hujan/