Seorang Jamaah Haji Meninggal di Pesawat

Seorang Jamaah Haji Meninggal di Pesawat

Suasana duka mewarnai kedatangan kelompok terbang asal Embarkasi Solo, Ahad (7/7) malam waktu Arab Saudi. Salah seorang anggota dari rombongan jamaah, telah meninggal dunia ketika masih dalam perjalanan menuju ke Madinah.

“Ibu Sumiyatun Sawi Krama meninggal dunia ketika masih berada di atas pesawat,” ujar dokter Sri Mulyani, Tim Kesehatan Haji Indonesia, Senin (8/7) di Madinah.

Ditambahkan lagi oleh Sri Mulyani, Sumiyatun Sawi Krama itu mengembuskan napas terakhirnya karena serangan jantung. “Saat di atas pesawat saat tim kami melakukan pemeriksaan, beliau juga mengalami gula darah atau kolesterol yang tinggi dan tidak dapat terkontrol,” ungkapnya.

Sumiyatun berasal dari Desa Godog, Kec. Polokarto, Kab. Sukoharjo. Ia tergabung rombongan 5 kloter 2 Embarkasi Solo. Dokter Sri Mulyani menambahkan, beliau berangkat sendiri, tanpa adanya pendamping dan juga tidak memiliki anggota keluarga. “Sekarang ini jenazah almarhumah berada di Bandara Madinah,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Kloter 2 Embarkasi Solo, Lasimin menceritakan, Sumiyatun masuk ke asrama haji dalam keadaan sehat. Tetapi, setelah diperiksa oleh dokter, almarhumah baru diketahui memiliki penyakit diabetes yang tinggi.

“Ketika diperiksa juga biasa, hanya saja dokter menemukan adanya penyakit gula,” kata Lasimin kepada wartawan, di Hotel Mubarak Fiddi, Madinah, tempat menginapnya para rombongan Kloter 2 asal Solo.

Saat masuk pesawat, Sumiyatun terlihat sangat sehat. Demikian pula saat menikmati hidangan maupun makanan pertama di pesawat, almarhumah sangat menikmatinya. Akan tetapi untuk makan kedua, almarhumah sudah tidak mau makan.

“Setelah itu, kira-kira 50 menit sebelum melakukan pendaratan, almarhumah sudah mengalami muntah-muntah. Dokter dan anggota TKHI berupaya semaksimal mungkin untuk menangani, tetapi, kondisinya langsung drop, dan nyawa almarhumah tidak dapat tertolong lagi,” kata Lasimin.

Pihaknya telah menyampaikan mengenai wafatnya almarhumah kepada keluarga di Sukoharjo. “Keluarga telah mengikhlaskan, dan harapannya ini menjadi jalan terbaik untuk almarhumah,” kata Lasimin, menirukan maksud dari anggota keluarganya. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di kompleks pemakaman di Madinah.