Buah Ketekunan Brenda

Buah Ketekunan Brenda

originals.id – Brenda Angelina Rusli (7) adalah peraih penghargaan melukis Internasional Eco Friend Prize. Sang Mama, Herlina Kurnia (34) bercerita bagaimana kedisplinan dan ketekunan Brenda membawanya pada keberhasilan ini.

Pandai Mengatur Waktu

“Brenda tidak hanya berbakat melukis, tapi juga berprestasi di sekolah. Keberhasilannya merupakan buah ketekunan dan kedisiplinan yang tinggi. Brenda pandai mengatur waktu. Ia membiasakan diri mengerjakan tugas-tugas sekolah dan mengulangi pelajaran secara rutin setiap hari. Saya tidak perlu meminta, Brenda sudah mengetahui kewajibankewajiban yang harus dipenuhi untuk sekolahnya. Saya sempat kaget sekaligus bangga. Inilah yang mungkin menyebabkan Brenda berprestasi di sekolah, juga melukis. Belakangan saya menyadari, Brenda juga berbakat di bidang seni musik. Saat ini Brenda gemar mempelajari piano. Ketika menekuni satu bidang, Brenda akan total. Ini pula yang saya amati ketika Brenda menekuni piano. Semoga Brenda dapat mengembangkan bakatnya di seni musik. Bidang lain yang sedang ditekuni pula oleh Brenda adalah bahasa Mandarin. Saya berusaha memenuhi semua keinginannya karena ingin mengembangkan minat dan bakatnya. Semua itu, permintaan Brenda, bukan saya yang meminta atau memaksa. Selain juga, karena saya merasa yakin Brenda tidak akan menyianyiakan kesempatan yang saya berikan karena biasanya Brenda selalu tekun ketika melakukan sesuatu.”

Jauh Tak Masalah

“Waktu itu usia Brenda 5 tahun, saya banyak membelikannya buku mewarnai. Saya perhatikan setiap mewarnai atau menggambar, Brenda tampak asyik sekali. Karena itulah, agar keterampilan menggambarnya lebih terasah, saya memasukkan Brenda ke sanggar melukis, Linda Art School Jakarta. Ternyata, Brenda sangat menikmatinya. Meski lokasi sanggar cukup jauh dan jalanan kerap macet, Brenda selalu saja bersemangat kalau berangkat les melukis. Benar saja, semenjak memperoleh teknik menggambar dan pewarnaan, keterampilan melukis Brenda pun berkembang. Saking senangnya melukis, Brenda sempat protes ketika masuk SD. Karena waktu belajarnya lebih panjang, saat di SD ia jadi tidak punya banyak waktu untuk melakukan kegiatan itu. Saat di TK, setiap ada waktu luang ia memang akan segera memanfaatkannya untuk melukis. Saat ini, Brenda terdaftar sebagai siswa Gandhi Memorial International School Jakarta kelas dua.”

Kelelahan Yang Membawa Bahagia

“Keterlibatan Brenda dalam Lomba Melukis Internasional Kao ke-4 karena sanggar tempatnya belajar melukis mendapat undangan untuk mengikuti lomba. Lomba melukis ini telah diselenggarakan sejak tahun 2010 dan diikuti oleh banyak negara. Pada tahun 2013, jumlah karya yang masuk sebanyak 8.516 dari 49 negara, termasuk Jepang. Pembimbingnya di sanggar meminta Brenda membuat lukisan dengan tema lingkungan untuk ikut lomba. Akhirnya Brenda memilih mengangkat tema tentang kebersihan alam. Brenda terlihat sangat senang, meski awalnya sempat kelelahan karena harus menyelesaikan lukisan, yang menurut pemikirannya cukup besar. Brenda melukis di atas kertas A 4 dan untuk menyelesaikannya membutuhkan waktu sebanyak 2 kali pertemuan di sanggarnya. Brenda yang terobsesi untuk menang berusaha mengerjakan lukisannya dengan rapi dan tekun serta teliti. Lukisan yang diberi judul ‘Alam Sumber Cahaya Kehidupan’ itu ternyata berhasil meraih penghargaan Eco Friend Prize. Ini adalah pengalaman pertama ikut lomba dan langsung berhasil meraih penghargaan. Untuk tu, demi melihat keseriusan Brenda dan mengembangkan bakatnya, saya berencana membimbing Brenda untuk terus berlatih dalam mengembangkan bakat melukisnya.”