Barang Bekas Bisa Tampil Berkelas

Barang Bekas Bisa Tampil Berkelas

Memberi kesempatan kedua tidak hanya berlaku pada manusia, barang bekas pun demikian. Dengan mengerahkan kreativitas, kumpulan barang bekas dapat disulap menjadi sebuah kreasi yang unik dan berdaya guna. Dalam dunia interior, konsep memanfaatkan barang bekas ini dinamakan upcycle. Upcycle juga dikenal sebagai sebuah proses menaikkan derajat barang-barang bekas. Secara teori, konsep upcycle adalah sebuah proses mengubah barang bekas menjadi barang yang lebih berguna dan bernilai tinggi tanpa proses pengolahan bahan.

Berbeda dengan konsep recycle yang meleburkan bahan, lalu mengolahnya kembali menjadi sebuah produk baru. Adalah reiner Pilz dari Pilz gmbh yang pertama kali memperkenalkan istilah upcycle untuk membedakannya dengan recycle. Menurut Luthfi hasan, penggawang sekaligus kurator Jakarta vintage, konsep upcycle sudah ada sejak 30 tahun yang lalu. Popularitas upcycle ini semakin dikenal sejak gerakan go green (lingkungan hijau) dicanangkan dan digencarkan di seluruh dunia. Bahkan, sejak global warming semakin serius melanda dunia.

Di eropa, konsep upcycle tidak hanya gerakan menjaga lingkungan tapi sudah menjadi sebuah gaya hidup. “Konsep upcycle di Indonesia masih dipandang sebelah mata. Padahal, di eropa dan negara barat lainnya, upcycle sudah menjadi sebuah gaya hidup. Mereka lebih memilih memanfaatkan barang bekas ketimbang membeli yang baru,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai perancang interior ini. Luthfi juga menambahkan upcycle adalah sebuah solusi untuk mencegah pemborosan materi dan mengurangi penggunaan energi.

Desain Lebih Unik, Biaya Lebih Murah

Pada dasarnya, Anda tidak perlu mengeluarkan bujet besar untuk membuat barang upcycle. Cukup memanfaatkan barang yang ada, kemudian memolesnya kembali. Tetapi, ketika barang upcycle tersebut sudah menjelma menjadi barang baru, maka nilai dan harga barang tersebut pun akan naik. Salah satu faktornya adalah kreativitas. ya, modal utama dalam menciptakan barang upcycle adalah kreavitas.

Pasalnya, upcycle menuntut kita untuk dapat menciptakan sebuah barang baru dari material rongsok. Jadi tidak heran, kalau banyak desainer atau para pelaku usaha yang membanderol harga tinggi untuk barang-barang upcycle ini. “Ketika barang tersebut di-upcycle maka desain memainkan peran yang sangat penting. Karena kita tentu menginginkan barang tersebut menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Itulah seninya upcycle.

Mampu mengubah barang rongsok menjadi berguna,” ujar Luthfi menegaskan. Barang-barang bekas yang kerap di-upcycle adalah palet kayu, ban, drum, tong, dan sebagainya. Barang-barang ini pun dapat Anda temukan di sekitar rumah Anda. Teknik upcycle ini akan menciptakan sebuah konsep baru ke dalam hunian.

Barang bekas bisa menjadi pelengkap pernak pernik di rumah demikian juga dengan genset. untuk mendapatkan genset yang murah bisa membelinya di distributor genset silent di Jogja. Disana menyediakan berbagai merk dan kapasitas. Selain itu juga memberikan harga diskon untuk setiap pembelian unit baru.